PT MKS ditolak dari Bumi Pagar Gunong, “Banjur Karab”
Terasa resah hati dan perasaan kami mendengar PT MKS akan mengadakan Ekspansi kekuasaanya untuk menguasai dan masuk ke wilayah Dusun Banjur Karab pada awal tahun 2010. Sebagai masyarakat awam dan masyarakat adat yang menjunjung Adat Istiadat serta bergantung sepenuhnya dengan Alam sekitar sangat tidak mungkin untuk membiarkan begitu saja kepada PT MKS untuk masuk ke wilayah Dusun Banjur Karab. Keinginan dari PT MKS kami anggap tidak berpihak kepada kepentingan masayarakat Dusun Banjur Karab.
Akan tetapi Perusahan sangat pintar dan selalu berusaha untuk membujuk Masyarakat melalui berbagai cara yang kami anggap tidak layak untuk mereka lakukan kepada kami, khususnya wilayah Pagar Gunong yang berada di wilayah Dusun Banjur Karab. Beberapa cara yang dilakukan oeh PT MKS yang kami anggap sangat tidak rasional adalah seperti akan membuat peta HPK menjadi APL. Ini terbukti ketika perwakilan dari DISHUT KAL-BAR yang diwakili oleh Pak Duyeh sebagai ketua tim Pemetaan dating ke wilayah kami. Pada saat itu Kepala Dusun diajak untuk memonitor kearah Pramas dengan tujuan mencari titik koordinat di tengah Perkampungan Banjur. Sebagai masyarat awam yang tidak bisa memisahkan hidup kami dari alam secara terang-terangan kami menolak ajakan tersebut. Kemudian pada tanggal 2 febuari 2010 kami membuat pernyataan penolakan tehadap PT MKS yang akan beroperasi di wilayah kami. Penolakan tersebut langsung kami sampaikan di hadapan Manejer PT MKS yaitu Pak Rayen, dan bagian keungan Pak Rudi. Di lain tempat seperti Merangin Tim Kehutanan yang dipimpin oleh Pak Ahmad membuat Rentes di wilayah Dusun Banjur. Sebagian dari anggota perwakilan Dishut dibawa ke Kantor Desa Mekaraya yaitu Pak Edy dan Pak Luhut. Kemudian mereka ditanya oleh Masyarakat “siapa yang memberikan izin kepada mereka untuk merentes di wilayah Banjur……? Kemudian dengan santainya mereka menjawab “kami hanya utusan dari PT MKS” begitulah mereka menjawab pertanyaan kami.
Dengan banyak cara Disbun memanggil Tokoh Masyarakat dan Kepala Desa Sekecamatan Simpang Dua dan beberapa anggota Demong Adat diundang ke Ketapang. Hasilnya yaitu untuk mengadakan sosialisasi yang difasilitasi oleh Camat Simpang Dua Dra. C. Eny. Inilah yang menjadi pro kontra masyarakat Banjur dan Merangin yang cukup alot. Buntutnya adalah PT MKS dihukum Adat untuk yang ketiga kalinya oleh masyarakat Banjur dengan hukuman sebesar 80 real, dan digantung janji oleh masyarakat, jika perusahaan melakukan hal yang serupa akan dihukum mati karena sangat melanggar aturan Adat Istiadat di wilayah kami. Salah satu Adat Istiadat dan etika yang kami junjung tinggi sebagai masyarat Dusun Banjur Karab yaitu hutan bukan untuk dikuasai, tetapi hanya untuk dimanfaatkan demi kepentingan manusia agar aman sentosa dan bersahabat dengan alam. Sebagai lampiran jelas dibawah ini kami sampaikan pernyatan sikap secara tertulis masyarakat Dusun Bajur Karab terhadap PT MKS.
Penulis,
Patih Gagah Jualakng
" Di dalam Sebuah Doa ada Optimisme yang Lahir dari Sebuah Kepasrahan"(Donatus Gaza: 2008)
Tampilkan postingan dengan label Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan
Kamis, 01 September 2011
Rabu, 11 Maret 2009
"Indonesia Mana Budaya Timurmu......!!!???
Oleh: Damaskus Beny
Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang memegang teguh budaya-budaya ketimuran, begitu orang-orang indonesia menilai dirinya. Sedangkan budaya timur itu sendiri pada umumnya sangat memperhatikan apa yang dinamakan moralitas dari berbagai sendi-sendi kehidupan apakah itu di bidang pergaulan antara sesama lawan jenis, pola hidup, pergaulan, tutur kata berbahasa, sikap perilaku, dll. Budaya-budaya ketimuran itu selalu diterapkan dan dijalankan dalam pergaulan keseharian hidup mereka, baik di lingkungan tempat tingal maupun ketika berada di laur negeri ini..Bangsa-bangsa luarpun mengenal bahwa orang-orang Indonesia pemegang teguh budaya ketimuran. Seiring berjalannya waktu, perkembangan dunia global dan kemajuan IPTEK membawa banyak perubahan pada sendi-sendi kehidupan manusia indonesia. Perubahan-perubahan itu bisa dibagi menjadi dua bagian yaitu yang pertama perubahan ke arah yang menguntungkan atau kemajuan atau bahasa ngetrentnya ke arah yang positif, perubahan yang kedua yaitu perubahan ke arah yang negatif. Pada dasarnya semua sesuatu yang mengarah kepada hal-hal yang menguntungkan itu baik untuk siapapun akan tetapi tanpa kita sadari untuk memperoleh sesuatu yang menguntungka kita mesti berkorban atau harus siap terhadap dampak negatif yang ditimbulkan. Bila kita cermati keadaaan duania secara umum dan indonesia secara parsial, seolah-olah tidak mempunyai batasan lagi antara satu daerah dengan daerah lain bahkan antara satu negara dengan negara lain. Fenomena ini tentunya tidak terlepas dari peranan kemajuan di bidang IPTEK yang mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Perkembangan IPTEK tersebut tentu membawa manusia ke arah peradaban dunia yang transparan terhadap dunia lain dan ke arah kemajuan beradaban manusia yang signifikan.Baik itu dibidang IT, Komunikasi, dll. Akan tetapi kayaknya manusia kurang memperhitungkan dampak Negatif dari kesemua kemajuan itu atau memang salah manusia itu sendiri yang kurang memperhatikan filterisasi yang proporsional dalam menghadapi dampak-dampak negatif yang sedang maupun yang akan terjadi. Fenomena dampak Negatif itu terlihat seolah-olah bergentayangan di negeri ini memang sudah menjadi rahasia umum negeri ini betapa tidak karena sudah banyak budaya ketimuran indonesia yang mengalami pergesaran atau keluar dari relnya. Diantara Budaya timur yang sudah kelihatan dan paling nampak yang sedang terjadi dan berlansung di tengah-tengah masyarakat indonesia saat ini seperti Life Style, Narkoba, Kenakalan Remaja, Fashion dalam berpakaian, Pergaulan Bebas/Sex Bebas di kalangan remaja maupun di kalangan orang-orang dewasa dan masih banyak lainya lagi. Diantara Budaya-budaya ketimuran yang mengalami pergeseran tersebut yang paling banyak mengundang perhatian dan diangap sebagai perusak generasi penerus bangsa ini adalah pergaulan bebas di kalangan remaja (Sex bebas di luar nikah) dan Narkoba. Persepsi ini bukan hanya ucapan mulut semata melainkan mempuanyai dasar fakta di lapangan yang otentik, hal ini dapat terlihat bahwa sampai sekarang ini tingkat aborsi, bunuh diri, Narkoba, tawuran, dan Kriminal semakin meningkat tajam dari tahun ke tahun yang terjadi di bumi yang terkenal dengan kebudayan timur ini. Nah pertannya kalau generasi bangsa kita sudah diracuni dan tercemar seperti ini terus mau kita kemanakan masa depan bangsa ini yang telah diperjuangkan dengan pegorbanan nyawa dan tetesan darah para pejuang dan negarawan bangsa ini ................???? kapan kita mau memulai mengkonstruksi filterisasi terhdapan kemajuan dunia global ini yang harapanya bisa menyelamatkan setidaknya sekian persen anak cucu kita nanti. Untuk itu mari kita memulainya dengan hal-hal kecil di dalam keluarga kita baru kita perjuangkan yang di luar sana. Maukah kita melakukannya.....???tergantung,,,,,,kita yang mengambil keputusan, karena hidup itu adalah pilihan. Salam Perjuangan ..............!!!! Merdeka ............!!!!
Langganan:
Postingan (Atom)